Budaya Organisasi Yang Sehat

Budaya Organisasi Yang Sehat

Ada sejumlah karakteristik yang dapat menunjukkan sehat tidaknya budaya yang berkembang dalam suatu organisasi. Karakteristik itu berkaitan dengan asumsi mentalitas, bebas dari penyakit birokrasi, sinergi tinggi.

Asumsi Mentalitas
Asumsi mentalitas mengacu pada nilai-nilai yang diyakini kebenarannya dalam organisasi menjembataninya dengan kebutuhan eksistensial organisasi dan kemudian terwujud dalam perilaku. Asumsi mentalitas budaya organisasi yang sehat antara lain menonjolkan kerja sama, birokrasi, dan konsensus (kesepakatan).

Bebas Dari Penyakit Birpkrasi (biropatologi)
Birokrasi bukanlah sesuatu yang selalu negatif, bahkan sebenarnya sistem ini diperlukan sebagai pola pengurusan organisasi yang dapat menyehatkan organisasi, baik dalam organisasi berukuran kecil maupun besar. Namun, terdapat sejumlah penyakit birokrasi yang jika dipelihara dapat menjadi tradisi dalam budaya organisasi tidak sehat. Dalam budaya organisasi yang sehat tujuan lebih penting dari proses, pelayanan lebih penting daripada kewenangan, realitas lebih penting daripada bentuk, dan adaptabilitas lebih penting ketimbang preseden (kejadian) atau tradisi.

Tinggi Sinergi
Dalam budaya organisasi yang sehat, semua anggotanya, baik secara individu maupun kelompok bersinergi dengan baik. Semua tampak bekerja sama secara sinergi mencapai tujuan organisasi. Dalam budaya seperti ini, kepentingan individu dan kepentingan kelompok secara keseluruhan sejalan (harmonis).

Manajemen dan Kepemimpinan
Dalam budaya organisasi yang sehat, para pimpinan menerapkan “kekuasaan dengan” dalam kepemimpinan manajemenuntuk memberdayakan orang lain dengan membina peningkatan kemampuan untuk memikul tanggung jawab yang makin besar. Selain itu, pimpinan lebih peduli dengan orang lain seperti kepeduliannya atas kesejahteraan dirinya sendiri, baik dalam situasi krisis maupun tidak (empati). Dengan cara ini, para pimpinan membantu meningkatkan dan mendukung: rasa memiliki tujuan yang mendorong upaya organisasi, keterbukaan, kreatifitas dan inovasi memberdayakan pegawai dalam pelaksanaan misi organisasi serta mendorong keikutsertaan pegawai dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaannya bagi kepentingan pegawai, organisasi, dan masyarakat secara keseluruhan.


Salam gitsali, semoa bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar