Makanan Kaya Serat Pangkas Risiko Sakit Jantung











Makanan Kaya Serat Pangkas Risiko Sakit Jantung 

MEMAKAN makanan yang kaya akan serat merupakan bagian dari gaya hidup sehat yang menyehatkan jantung. Tak hanya orang paruh baya, remaja ataupun orang dewasa semestinya juga sudah memulai memilih makanan berserat.

Penelitian dari Northwestern University Feinberg School of Medicine menemukan bahwa orang dewasa berusia antara 20 dan 59 tahun yang memakan banyak makanan berserat tertinggi memiliki risiko terkena penyakit kardiovaskular jauh lebih rendah selama seumur hidup ketimbang mereka yang makan dengan asupan serat terendah.

Untuk mendapatkan hasil itu, Hongyan Ning, penulis utama dan seorang analis statistik di Departemen Obat-obatan Pencegah di Feinberg memeriksa data dari survei Kesehatan dan Gizi Nasional yang melibatkan sekitar 11 ribu orang dewasa.

Ning memasukkan faktor pola makan, tekanan darah, kolesterol total, status merokok, dan riwayat diabetes pada peserta survey. Kemudian ia menggunakan rumus untuk memprediksi risiko usia seseorang terhadap penyakit jantung.

"Hasilnya cukup mengagumkan. Pada orang muda (berusia 20 hingga 39 tahun) dan paruh baya (usia 40-59 tahun) dengan asupan serat tertinggi, risiko seumur hidup untuk penyakit kardiovaskular terlihat lebih rendah secara signifikan jika dibandingkan dengan mereka dengan asupan serat terendah," kata Ning.


Gaya hidup

Namun, pada orang dewasa berusia 60-79 tahun, asupan serat makanan tidak bermakna dikaitkan dengan penurunan risiko seumur hidup dari penyakit jantung. Ada kemungkinan bahwa pencapaian efek sehat serat mungkin memerlukan jangka waktu yang panjang. Ada pula orang dewasa mungkin sudah memiliki risiko signifikan untuk penyakit jantung sebelum memulai gaya hidup dengan makanan tinggi serat, menurut Ning.

Maka itu, untuk para orang dewasa muda dan paruh baya, sekarang adalah waktu tepat untuk mulai membuat serat sebagai bagian dari menu makanan sehari-hari Anda.  

  

Sumber: “media indonesia”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar