Pengembangan Budaya Kerja

Pengembangan Budaya Kerja
1.       Arah Kebijakan Jangka Panjang
Kebijakan pemerintah untuk mengembangkan budaya kerja diarahkan untuk meningkatkan kinerja pemerintah dalam rangka mewujudkan kepemerintahan yang baik dan sekaligus memantapkan dan memelihara persatuan bangsa dan integritas nasional. Hal ini dilakukan melalui pembinaan aparatur sehingga para aparatur ini etis, bermoral, berdisiplin, produktif, dan bertanggung jawab. Hal ini dengan jelas menunjukkan bahwa unsur kuncinya adalah SDM aparatur negara.

SDM aparatur negara dengan ciri-ciri tersebut memiliki persepsi atau cara pandang yang tepat terhadap pekerjaan. Bagi mereka bekerja adalah bagian dari ibadah sebagai panggilan keimanan untuk melaksanakan tugas dan sealigus sebagai sarana mengaktualisasi diri untuk berkinerja unggul. Para pegawai seperti ini adalah aset yang sangat berharga bagi organisasi/unit kerja untuk bergerak maju. Mereka memancarkan energi positif dalam bekerja sama menghadapi berbagai tantangan dan kreatif mendayagunakan kesempatan yang terbuka. Mereka memiliki rasa tanggung jawab pribadi untuk memberikan yang terbaik dan selalu optimis karena sangat yakin akan selalu ada kesempatan dalam setiap kesulitan.
  
2.       Sasaran Jangka Pendek dan Menengah
Dimensi waktu arah kebijakan tersebut adalah jangka panjang. Oleh sebab itu, Pemerintah menetapkan sasaran jangka pendek dan menengah sebagai berikut:
a.       Menumbuhkembangkan nilai-nilai moral dan budaya kerja produktif kepada setiap aparatur negara yang bersumber pada nilai-nilai Pancasila, agama, tradisi, dan nilai-nilai kerja produktif modern, sesuai dengan pengembangan ilmu, pengetahuan, dan teknologi.
b.      Memperbaiki persepsi, pola pikir, dan perilaku aparatur negara yang menyimpang dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan masyarakat; sekaligus untuk mempercepat pemberantasan KKN.
c.       Meningkatkan kinerja aparatur negara melalui kelompok-kelompok kerja dalam forum-forum profesi, agar lebih peka, kreatif, dan dinamis untuk memperbaiki kinerja secara berkelanjutan; sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan pelayanan kepada masyarakat serta daya saing, baik di dalam maupun di luar negeri.
d.      Memperbaiki citra aparatur negara dan meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada aparatur pemerintah.

 3.       Manfaat Pengembangan Budaya Kerja
Manfaat pengembangan budaya kerja yang berhasil dapat ditinjau dari tiga aspek: individu pegawai, organisasi, dan bagi bangsa dan negara. Berikut ini diuraikan penjelasannya.

Bagi individu pegawai, pengembangan budaya kerja antara lain berrti menyediakan kesempatan untuk bertanggung jawab, berkinerja mengaktualisasikan diri, memperluas wawasan, serta mengembangkan kemampuan memimpin dan memecahkan masalah.

Budaya kerja juga memberi kesempatan bagi pegawai untuk memperoleh penghargaan, rasa bangga bekerja, dan lebih memahami makna hidup dan pengabdiannya sebagai aparatur negara. Semua hal itu pada dasarnya adalah faktor-faktor motivator (paroh bagian atas) dalam hierarki kebutuhan manusia yang membuat seseorang berkinerja setingkat atau lebih di atas standar.

Bagi organisasi atau unit kerja pegawai, pengembangan budaya kerja berarti meningkatnya kinerja organisasi yang memberikan pelayanan kepada masyarakat secara lebih efektif dan efisien (produktif). Organisasi atau unit kerja seperti ini melaksanakan aktivitas tugas dan aktivitas pemeliharaan  dinamikanya dengan baik. Dalam organisasi ini para pegawai berfungsi dalam tim yang solid, yaitu tim-tim kerja yang berkinerja unggul yang memiliki kebersamaan tujuan, tanggung jawab bersama, kepemimpinan yang memberdayakan, responsif, inovatif dan kreatif, komunikatif, berfokus pada tugas, dan pemecahan masalah.

Bagi bangsa dan negara, pengembangan budaya kerja yang berhasil sangatlah pentimg karena potensi seluruh aparatur negara dapat diarahkan untuk menanggulangi masalah-masalah mendasar dan meningkatkan daya tahan nasional dalam jangka panjang. Negara memiliki lembaga-lembaga pemerintahan dengan SDM yang menunjukkan konsistensi komitmen untuk mewujudfkan kepemerintahan yang baik. Ini adalah aset bangsa untuk berperan dalam percaturan internasional di era globalisasi. Kepemerintahan yang baik ini tidak pelak lagi akan dapat menumbuhkan kepercayaan masyarakat yang dilayani, mengembangkan iklim politik yang kondusif, menggairahkan aktivitas perakonomian, dan pada gilirannya meningkatkan produktivitas nasional.

Dari kajian yang pernah dilakukan terhadap praktik kelompok budaya kerja diketahui fakta berikut.
a.       Pegawai yang terlatih melalui kelompok budaya kerja akan menyukai kemandirian, pertukaran pendapat, serta terbuka bagi gagasan dan fakta baru dalam usahanya untuk mencari kebenaran serta mencocokkan apa yang ada padanya dengan kesadaran dan daya imajinasi seobyektif mungkin.
b.      Pegawai yang terlatih dalam kelompok budaya kerja akan memecahkan permasalahan secara mandiri dengan bantuan keahliannya berdasarkan metode keilmuan yang didorong oleh pemikiran yang kritis, kreatif, dan tidak menerima ketidakjujuran.
c.       Pegawai yang terlatih melalui budaya kerja berusaha menyesuaikan kehidupan pribadi dengan kebiasaan sosialnya, baik dalam kaitannya dengan nilai-nilai spiritual maupun dalam kaitannya dengan standar etika yang fundamental untuk menyerasikan kepribadian dan karakternya.
d.      Pegaai yang terlatih dalam kelompok budaya kerja cenderung akan mempersiapkan dirinya dengan menerapkan seluruh pengetahuan dan keahliannya ketika mengelola tugas-tugas organisasi.
e.      Pegawai yang terlatih dalam kelompok budaya kerja akan memahami dan menghargai lingkungannya seperti lingkungan alam, ekonomi, sosial, politik, dan budaya; dan senantiasa menjaga kelestarian sumber daya alam, serta memelihara stabilitas dan kontinuitas masyarakat yang bebas mengungkapkan pendapat.
f.        Pegawai yang terlatih dalam kelompok budaya kerja akan berpartisipasi dengan loyal kepada kehidupan organisasinya. Mereka menunjukkan tanggung jawab sebagai manusia merdeka dengan mengisi kemerdekaannya meskipun mereka tetap memberi peluang bagi kelompok yang berbeda pendapat.



 salam gitsali

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar